17 4 / 2014

Aku masih ingat saat di perantauan aku tersesat. Harus susah payah mencari tempat. Merajuk sesekali. Terselip harapan kamu berada di sampingku, tapi tidak. Jika terwujud harapanku, sepertinya asyik menyusuri kota cahaya ini berdua denganmu, tapi mustahil. Kamu masih tak melihatku. Dan aku masih diam dalam perasaanku. Sesekali aku berangan di masa yang akan datang kamu berjalan di sampingku, menggenggam erat jemari tanganku, berjalan bersama menikmati sang waktu. Tapi, segera kuhapus angan-anganku. Tidak mungkin sepertinya. Aku masih menyusuri kota ini sendiri hingga aku telah sampai pada tempat yang kucari dan aku tak lagi tersesat, kamu tetap mtak terlihat. Hingga ketersesatanku selesai kamu masih tak terlihat. Masih bersembunyi.

Aku hanya berdoa, suatu hari Tuhan mendekatkan kita.
Aku hanya berdoa, suatu hari Tuhan menyatukan kita.
Dan sekali lagi aku berdoa, suatu hari Tuhan meridhoi kita.

17 4 / 2014

Masih sangat pagi. Aku menatapmu merapikan meja dari pintu kamar. Berceriwis manja tentang agenda liburan kita. Berjalan kesana-kemari sampai tak memergokiku yang tengah asyik menatapmu penuh cinta.

Sesekali membenarkan kerudungmu kamu terlihat sangat lucu. Bernyanyi-nyayi dengan lirih walau terkadang kamu lupa liriknya atau mengomel lucu “Mas Ral, cepetan sarapan, nanti anterin ke pasar ya”.

Aku masih berdiri dengan tenang. Menatapmu. Bersyukur hingga pelupuk mata semakin bening. Memilikimu saat ini adalah kabar yang indah dari Tuhan. Kabar ini meramaikan seluruh lapisan langit hingga bergemuruh di bumi dalam luapan cinta kasih. Telah kuucap akad untukmu setahun lalu menjadikan kita sepagi ini terlihat serasi.

Gemericik bekas air hujan tadi malam menjadi lagu pagi. Siap menemani pagimu. Bukan. Pagi kita, Ral :)

13 4 / 2014

Heran..
Budaya ‘ngajeni’ orang yang lebih tua menghilang perlahan.
Miris..
Memanggil tak sopan, bicara tanpa aturan, menyela obrolan, ngeyelnya keterlaluan. Budaya kritis oke-oke sajalah, idealis monggo, tapi ‘mbokya’ intonasi bicara, nada bicara, tatakrama bicara dilaksanakan.
Heran.. Sekali lagi heran..
Bisa-bisa anak muda tak paham ‘ngajeni’. Bisa-bisa lenyap semua ‘sungkan’

29 3 / 2014

"Hanya lelaki yang memberi kepastian yang akan memenangkan hati perempuannya"

21 3 / 2014

21 Maret, DS’s Day

Banyak, banyak sekali hal buruk yang seharusnya tak perlu kamu dapatkan. Seringkali banyak kesalahan yang terlihat di mata orang, tapi sama sekali itu bukan salahmu. Salah sikapmu, ucapmu yang memang masih susah, salah perilakumu yang mereka sama sekali tak memahaminya. Hanya suka men’judge’.Aku benci cara mereka yang salah.

Tuhan sedang sangat mencintaimu, Dik. Menjagamu dengan harapan kamu akan sabar, kamu akan ikhlas. Aku yakin, bakat terhebat akan ada padamu. Hanya saja Tuhan menunggu kamu menemukannya. Bersemangatlah.Aku masih ingat saat setiap hari kamu habiskan waktumu dengan gambar-gambar otomotif, mobil dan motor. Aku yakin kamu berbakat disana. Dan aku masih sangat ingat saat kamu telah bisa mengendarai sepeda pancal, itu sangat keren.

Tetaplah berjuang, syndrom ini bukan halangan. Kamu bisa!
Stay Well ya :)