24 7 / 2014

"Sudah, tidak perlu menjenguk, Bapak sudah memaafkan."

Pesan seperti apa di atas? Putrinya merindukan, ia malah mencegah untuk bersua. Seringkali perasaan agar putrinya tak usah memikirkannya, dianggapnya sebuah kerinduan yang mudah menguap. Sedang ia berpesan khusus pada saat Hari Raya nanti. Yang sesak adalah, tahun ini.

12 7 / 2014

cultureincart:

The cute little monk in Xichan Temple, Fuzhou, southeast China’s Fujian Province. 

>.< Lawucunyaa

(via bungaazzahra)

11 7 / 2014

Pagi masih berteman shubuh yang Agung. Harus menjeda waktu kedelapanmu, Ram. Menjeda dari keluarga. Sebab harus kembali ke perantauan, Surabaya tercinta. Ada beberapa agenda yang semoga Allah menghitungnya sebagai pahala. Menyelesaikan tugas akhir semester, bertemu dengan beberapa dosen yang siap membimbing studi akhirku setahun kedepan, mengurusi hal lain sebagai pendukung studi akhirku nanti. Selama bulanMu, Tuhan, aku sering sekali bolak-balik ke rumah-perantauan. Sering dibilang ‘anak-pulangan’. Tapi aku menikmati dan bersyukur Tuhan sebab aku masih Engkau beri kesempatan berdekat-dekat dengan orangtua dan saudara. Bukankah baik hukumnya seseorang yang menjalin kedekatan dengan orangtua dan saudaranya? InsyaAllah ya :D
Ini berkahmu, Ramadhan!

07 7 / 2014

Terimakasih kepada Tuhan atas nikmat pagi dan petang di RamadhanNya yang ketujuh. Menemani pagi dan petang dengan dzikir memang hal yang perlu menjadi kebiasaan baik. Hal-hal kecil yang baik pun perlu menjadi kebiasaan. Mungkin memberi senyuman, nasihat, semangat, rasa kuat, atau mungkin hanya sapaan. Sabtu pagi di Ramadhan ini aku belajar, bagaimana dekat dengan keluarga dengan mengulang hal-hal baik di atas. Menikmati detik demi detik bersama akan menjadi detik detik yang merindukan kelak. Saat aku harus mengikuti calon keluarga kecilku nantinya. Saat aku harus berjarak dengan waktu dan tempat yang tak pasti nantinya. Mengurai senyum, candaan, sapaan, semangat, nasihat akan menjadi bentuk keharuan nantinya. Mungkin bisa menjadi bekal agar aku tahu pasti apa arti rasa kuat itu. Semua berjalan baik di hari ketujuhmu, Ram.

05 7 / 2014

Hari ini seseorang yang gambarnya nangkring di dalam dompetku sedang menuai tahun baru dalam umurnya yang bertambah. Dia adikku, dia juga kakakku. Di dalam senja tadi, dia berkata ragu akan masa depannya. Masa kuliahnya ia ragukan. Aku hanya bisa memberinya sedikit semangat, nasihat, agar ia yakin.

Walaupun aku tau, kamu ragu, dan ragu lagi. Bersemangtlah! Berusahalah! Kamu tak sendiri, Mas, adikku yang paling ketje :D

Gusti Allah bersamamu!